06 February 2010

Sebuah Wacana

by wilda wildamalia et 2/06/2010 10:23:00 pm
ketika ... kasus nilai arisan booming di semester ganjil kemarin ...
beruntung saya memiliki dosen wali yang peduli dengan anak didiknya.


dengan meluangkan waktu ... untuk cross check dengan dosen yg bersangkutan.
yang disinyalir menggunakan nilai arisan.


brikut SS dari notes "report" dari Pak Dosen Wali saya + comment2



kalo kurang jelas SS na ... bisa check di sini

tapi klo ga bisa masuk ... oke , ku kasih sedikit cuplikan notes dan comment yg perlu diperhatikan untuk perbaikan ke depan.

♥♥♥
Diskusi dengan Pembina MK Fotografi Desain
Thursday, 28 January 2010 at 15:34
Setelah tadi berdiskusi dengan Pak JON selaku pembimbing MK Fotografi Desain mungkin sedikit banyak mengobati rasa jengkel selama ini, apa lagi bagi mahasiswa yang merasa nilainya tidak sesuai harapan. Tapi bisa jadi menambah rasa jengkel karena jawaban yang di berikan tidak sesuai keinginan (pinginnya sih nilainya di revisi menjadi lebih baiak :) )

Terlepas dari itu, diskusi tadi bisa menjadikan pelajaran buat semua, baik mahasiswa maupun dosennya. Bisa jadi ada sistem yang salah dalam mengajar, sehingga terjadi salah persepsi. atau bisa jadi emang mahasiswanya yang salah, karena tidak pernah konsultasi rutin.

Bagi yang ingin tau cuplikan diskusi tadi berikut narasi singkatnya:
- Berangkat dari masalah: banyak mhasiswa yang mengeluh karena nilai MK Fotografi desain jelek
- saya coba mengkonfirmasi ke bebebrapa mhasiswa secara acak, dari beberapa angkatan yang berbeda. dan intinya: Dosen yang bersangkutan emang jarang memnerikan teori, hanya konsultasi saja
- Berikutnya saya janjian dengan dosen ybs untuk mengklarifikasi.
- diskusi di dampingi LUCY, sebagai salah satu "korban" beliau :)
- alasan ybs: materi sudah di berikan berupa file karena banyak yang tidak masuk saat perkuliah, dan seharusnya semua mhs sudah membaca materi melalui file/soft copy tersebut.
- waktu perkuliahan disepakati dengan konsultasi pada jam pelajaran, atau di luar jam pel
- nyatanya mhs tidak banyak yang datang untuk konsul (versi ybs)
- mahasiswa yang mengambil mk fotografi desain semester ini adalah yang paling malas (versi ybs)
- Akhirnya LUCY mencermati dan membandingkan nilai yang ada dengan nilai mhs lain
- Saya tidak tau apakah Lucy dan mhs2 yang lain puas dengan jawaban ybs
- tapi yg jelas pada hari itu (28-01-2010) saya sudah menyaksikan sendiri ada 6 mahasiswa yang komplain tentang nilai fotografi desain ke ybs. belum lagi yang saya tidak saksikan.

sebenarnya siapa yang salah ya?

perlu di ketahui juga:
Masalah ini sudah saya sampaikan ke ka prodi DKV (bpk Gunawan), dan forum rapat. semoga kedepannya ada perubahan ke arah yang lebih baik

♥♥♥

dan ini adalah komen masukan dari senior DKV yang memang perlu dipertimbangkan.


Rangga Pratama Wahyudiarta
pak dodik saya mau usul :

1. untuk menentukan SK dosen akan mengajar MK apa? mohon diperhatikan kinerja dan prestasi dosen terhadap bidang MK yang akan diajarkan..apalagi untuk DKV yang berorientasi pada keseimbangan konsep dan praktek..misalnya MK Fotografi Desain..setidak2nya dosen tersebut harus menguasai bidang tersebut yang dibuktikan dengan daftar prestasi atau kompetensi terhadap bidang Fotografi..sehingga tidak ada kesenjangan persepsi terhadap MK yang diajarkan. Validitas materi baik berupa hard atau Softcopy ditentukan dari sini..masak mahasiswa mau seh menerima referensi yang nggak jelas gitu...iya kan??...atau kalaupun tidak ada yang berkompeten dimohon ada dosen tamu (praktisi) yang memberikan MK didampingi dosen yang bersangkutan..n buat mahasiswa harus berani menolak materi yang tidak jelas sumbernya karena tentu akan berkaitan erat dengan evaluasi...

2. terjadi perdebatan di luar mengenai pendidikan DKV, bahwa sebenarnya DKV itu dicetak sebagai seorang sarjana dengan tugas "BERPIKIR dan MENELITI"..bukan BEKERJA....karena ada wacana pendidikan DKV akan dibagi menjadi 2 : S1 DKV dan D4 srjana teknik terapan DKV...dengan bidang terapan yang berbeda..hal ini nantinya akan dilanjutkan dengan program standarisasi kompetensi desainer grafis indonesia (sumber :www.desaingrafisindonesia.wordpress.com).saya harap DKV UM mampu bersain secara sehat dengan akademisi kampus lain..dengan ada revolusi standar kurikulum, membangun kerjasama dengan praktisi lapangan dan yang terpenting MENERBITKAN JURNAL ILMIAH DOSEN DAN MAHASISWA sebagai wujud konkret pembelajaran DKV di UM tercinta....... See more

miris sekali melihat lulusan DKV UM hanya mengaktualisasikan dirinya hanya sebagai LAYOUTER GRAFIS, FOTOGRAFER MANTEN dll....kenapa tidak sebagai konsultan branding dan marketing, analisis produk, bahkan sampai konsultan komunikasi marketing...??? hal yang sebenanya sudah kita pelajari dari DKV IV...
02 February at 01:39 · Report


Dody Priyatmono
>>untuk Rangga: Bener banget ngga, idealnya emang dosen itu harus kompeten di bidangnya. tapi pada kenyataannya ada beberapa dosen yang DIPAKSAKAN, seprti comtohnya mr Jon itu, dan ada beberapa lagi yang lain. dan masalah lain adalah: tidak ada dosen penggantinya. untuk menerima dosen baru sangat sulit sekali. untuk dosen tamu kita usakan selalu ... See moreada. meskipun 1 semester ada 1.

>>untuk Erwin: yah begitulah... tapi paling tidak nilai yang di berikan dosen belum tentu sama dengan nilai yang berikan orang di luar. nilai di kampus mungkin dapet C, tapi di luar bisa jadi A.
Yesterday at 16:25 · Report


Rangga Pratama Wahyudiarta
terus terang pak..kita miskin referensi..
Yesterday at 18:19 · Report

Rangga Pratama Wahyudiarta
bukan referensi gaya desain, tutorial,atau yang lain..tapi referensi tentang konsep dan teori...

Rangga Pratama Wahyudiarta
hmm..bersikap apatis terhadap masalah ini mungkin masih bisa berlaku untuk mahasiswa yang masih kuliah..entah dengan motif apa.."penyelamatan diri" mungkin..??? tapi sebagai lulusan DKV kita tidak bisa tinggal diam, harus ada langkah-langkah yang harus diambil dan diaplikasikan..bisa saja alumni DKV profesional bergabung dengan forum2 desain grafis... See more untuk saling berbagi dan hasilnya ditularkan ke mahasiswa..dan dosen kalaupun bisa diterima..atau sebagai praktisi pendidikan kita bisa saling berbagi tentang bagaimana konsepsi pembelajaran DKV yang unggul baik kita berbicara sistem, manajemen ataupun teknologi pembelajarannya..walaupun toh nantinya perubahan yang kita maksud menemui dinding tebal birokrasi paling tidak ada satu orang yang siap menjadi mortir untuk perubahan di pendidikan DKV...toh ROMA tidak dibangun dalam semalam tetapi ratusan tahun..jadi sebagai masy yang peduli dengan pendidikan DKV alangkah baiknya kita bersinergi dan mendukung agar jurusan ini tidak numpang lewat saja...
dan untuk mahasiswa yang masih menempuh studinya jangan takut untuk melakukan perubahan..konsepsi pendidikan kita sudah berubah sobat..guru/ dosen bukan satu-satunya sumber ilmu, melainkan hanya sebagai fasilitator saja..kalian harus cari sendiri ilmu itu diluar..kalian sudah bayar kuliah..so manfaatkan hak-hak kalian dengan efektif..jangan takut berbicara dan nrimo ing pandum saja..karena kalau tidak "thread" ini akan sia-sia...

salam DKV..!!
3 hours ago · Report


Dody Priyatmono
Semakin seru dan terbuka.
Bener banget kata rangga "guru/ dosen bukan satu-satunya sumber ilmu, melainkan hanya sebagai fasilitator saja"

rhangga " klo dalam akademis belum beruntung, mungkin kita bisa mengadu nasib diluar sana, dunia masih luas untuk ditaklukan"
about an hour ago · Report


Nur Handayani
setuju! mending dibukain forum aja pak n forumnya diresmikan oleh dekan fakultas biar ngobrolnya tidak sekedar ngobrol saja n segera ditindak lanjuti. klo g gtu dmna dkv um mau maju? ya ngga? ini semua jg demi kemajuan kampus kita tercinta, he...he... peace!!!
about an hour ago · Report


♥♥♥

iya, panjang memang ... tapi kurang lebih seperti itu ...
komen2 yang panjang itu adalah bantuan untuk majunya DKV UM sendiri
yahh.. terserah bagaimana menyikapinya.

tapi sudah saatnya kita buka mata buka telinga ...

seperti inilah kenyataannya.



0 comments:

 

wildamalia bercerita Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea