25 May 2009

FACEBOOK HARAM ???

Posted by wilda wildamalia at 5/25/2009 04:43:00 pm
hmm...
ini yang lagi rame di smua acara brita di televisi...
smua mengangkat tema ini...

hmmm...
FACEBOOK HARAM!
check this out~

Jumat, 22 Mei 2009 | 19:41 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur mengharamkan penggunaan jejaring sosial seperti "friendster" dan "facebook" yang berlebihan.

"Berlebihan itu antara lain jika penggunaannya menjurus pada perbuatan mesum, dan yang tidak bermanfaat," kata Humas FMPP, Nabil Harun di Kediri Jawa Timur Jumat.

Ia mengatakan, penggunaan forum jejaring sosial, seperti, "friendster", "facebook", maupun media komunikasi lainnya, seperti "audio call", "video call", SMS, 3G yang diperbolehkan adalah yang membawa manfaat, seperti dagang, "khitbah" (lamaran), jual-beli, maupun dakwah.

Nabil mengatakan penggunaan jejaring tersebut sudah mengarah pada perilaku mesum, terlihat dari berbagai gambar dan tulisan yang terpampang.

Nabil mengungkapkan, pengambilan kebijakan mengharamkan penggunaan "facebook" berlebihan itu didasarkan pada Kitab Suci dan Hadis, di antaranya kitab "Bariqah Mahmudiyyah" vol. IV hal. 7, Ihya "Ulumuddin" vol. III hal. 99, "I`anatut Thalibin" vol. III hal. 260, serta beberapa landasan kitab lainnya.

"Dalam mengambil kebijakan, kami tidak main-main, karena kami juga berdasakan kitab dan Quran," katanya.

Ia juga menjelaskan pengambilan keputusan tersebut berbeda dengan pengambilan keputusan lembaga lainnya yang juga mengadakan "bahtsul masail" dan biasanya dilakukan dengan suara terbanyak.

"Sementara keputusan forum tersebut dengan kata musyawarah mufakat. Jika memang tidak ada keputusan, akan dibahas di forum tertinggi," katanya mengungkapkan.

Dalam pengambilan keputusan tersebut, Nabil menjelaskan, forum selalu diawasi dengan perumus, yang dilanjutkan dilanjutkan dengan keputusan "musyahih" (untuk mensahkan).

Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur XI di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat Lirboyo, Kota Kediri tersebut, diikuti sekitar 700 santri.

Dalam forum tersebut dibahas sebanyak delapan hal, mulai dari jejaring sosial, pro kontra Ponari, dilema perempuan di masa "iddah" (menunggu setelah suami meninggal), dan beberapa bahan lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para perumus dan musyahih, di antaranya K.H. Atoillah S. Anwar dari Lirboyo, Kediri, K.H. Abdul Muid dari Robithoh Maahid Islamiyah (RMI), K.H. Sunandi dari Banyuwangi, serta beberapa kiai lainnya.



hmm...
bbrp waktu yang lalu ROKOK di HARAMkan... sekarang giliran FACEBOOK...
gak perna habis pikir...
apa sih yang mereka pikirkan?

Facebook ini kan sarana aja... kenapa di HARAMkan...
itu kan tergantung sama membernya seperti apa.

"Ia mengatakan, penggunaan forum jejaring sosial, seperti, "friendster", "facebook", maupun media komunikasi lainnya, seperti "audio call", "video call", SMS, 3G yang diperbolehkan adalah yang membawa manfaat, seperti dagang, "khitbah" (lamaran), jual-beli, maupun dakwah."

nahhh udah jelas kan... di FACEBOOK itu juga ada yang melakukan jual beli, berdagang, sebagai media promosi, entah klo lamaran... yang pasti masalah PDKT,PACARAN bla bla bla itu... gak mungkin donk kita add temen, trus bilang "hai tampan/cantik, menikahlah denganku" sedangkan kita belum perna mengenal betul. sama dengan beli kucing dalam karung donk?

saya sempat berpikir... kenapa tiba2 ada keputusan seperti ini... mungkin lho ini
  1. santri nya smua pada sibuk fesbukan... update status, kirim wall, upload foto... sedangkan guru2nya sibuk menjelaskan pelajaran
  2. ada yang mencoba coba cari pasangan lewat fesbuk tapi gak dapat2, kalah cepet sama santrinya... jadinya... ambeg... trus... bilang ama sesepuhnya... dan... muncullah fatwa HARAM ini... *piss*
bagaimana klo kita baca yang ini dulu ~

Selasa, 26 Mei 2009 | 08:05 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Kontroversi pengharaman Facebook rupanya kian memanas. Kini giliran PCNU Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang menentang keras dikeluarkannya fatwa yang mengharamkan penggunaan Facebook alias situs layanan pertemanan di internet, dengan dalih penggunaan yang berlebihan.

Seperti diketahui, maraknya penggunaan layanan situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Friendster, untuk menjalin hubungan pertemanan, diam-diam disorot kalangan pesantren.

Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jatim yang terdiri atas delegasi santri putri mengharamkan penggunaan jejaring sosial, seperti Friendster dan Facebook, serta pesan singkat lewat ponsel (SMS) dan 3G (telepon video) jika digunakan secara berlebihan.

Ketua Tanfidiyah PCNU Kraksaan KH As’ad Abu Hasan menandaskan, apabila sampai dikeluarkan fatwa haram terhadap penggunaan Facebook, menandakan sudah terjadi degradasi pemikiran Islam.

“Kalau dalilnya karena alasan penggunaan berlebihan dan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, bisa saja semua peralatan dan perlengkapan teknologi klasik ataupun modern akan dihukumi haram semua. Lantas, mau jadi apa umat Islam ini,” tandasnya kepada Surya, Minggu (24/5).

Menurutnya, dalam tradisi NU memang dikenal bathsul masail atau diskusi tanya jawab untuk mengupas sebuah persoalan tertentu. Namun, jika sudah membahas hal-hal yang hukum asalnya tidak diatur dalam Al Quran dan hadis, cenderung akan menjerumuskan pemahaman umat.

“Justru kalau sampai dikeluarkan fatwa tersebut, bisa jadi itu akan menyesatkan dan merupakan bentuk penolakan Islam terhadap teknologi modern. Sepatutnya, sebelum mengeluarkan dalil haram, harus benar-benar dikaji akar permasalahannya,” tandasnya.

Secara terpisah, pengasuh Ponpes Ahlussunnah Wal Jamaah, Habib Abdul Qodir Al Hamid, kepada Surya juga mengaku tidak sependapat dengan fatwa tersebut.

“Celurit itu kalau di Probolinggo fungsinya dua. Bisa buat carok, bisa buat menyabit rumput untuk pakan ternak. Lalu, apakah penggunaan celurit harus difatwa haram. Kalau itu terjadi, apa kata dunia,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, jika penggunaan Facebook di internet diharamkan, merupakan bentuk kemunduran pemikiran para santri pondok pesantren. “Kalau dikit-dikit keluar fatwa haram dengan alasan penggunaan berlebihan, semua barang yang sebenarnya halal kalau digunakan berlebihan semuanya akan haram. Kalau semuanya haram, masyarakat tidak akan bisa berbuat apa-apa,” tandas Habib Qodir


nah...
ternyata masih ada lhoo yang peduli sama kasus ini...
Habib Qodir menyampaikan bahwa jika penggunaan Fesbuk di internet diharamkan, merupakan bentuk kemunduran pemikiran para santri pondok pesantren.
smua smua HARAM. jangan salahkan barang/perantaranya... salahkan pelakunya klo sampe terjadi hal-hal yang berlebihan.
kita emang sudah cukup tau... klo hal hal yang berlebihan itu TIDAK BAIK.

orang-orang yang berpikir bahwa facebook itu HARAM itu mungkin blm tau bagaimana cara memannfaatkan situs tersebut.
saya menemui hal hal positif di fesbuk
  1. saya bisa bertemu temand lama (SD SMP SMA POLTEK UM DLL) dan itu bakal jadi tempat tukar info yang saya butuhkan
  2. saya juga bisa dapat temand baru yang bisa membantu saya dalam banyak hal
  3. saya menemukan forum2 yang berisi dakwah disana. seperti forum Mualaf Indonesia dari sana para mualaf bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
  4. and many more~

"Kalau lebih banyak manfaat untuk orang lain seperti untuk berdakwah, menyambung tali slaturrahmi, kenapa harus diharamkan?"

lalu...
bagaimana menurut kamu?

1 comments:

 

wildamalia bercerita Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea